<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Baby Shaina Stories &#187; Pregnancy</title>
	<atom:link href="http://baby.nirwannisa.com/category/pregnancy/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://baby.nirwannisa.com</link>
	<description>Stories of entering a new phase in life, being parent</description>
	<lastBuildDate>Wed, 21 Jul 2010 10:40:58 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>The day Shaina born..</title>
		<link>http://baby.nirwannisa.com/2008/02/the-day-shaina-born/</link>
		<comments>http://baby.nirwannisa.com/2008/02/the-day-shaina-born/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Feb 2008 07:29:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cicha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Baby Shaina]]></category>
		<category><![CDATA[Pregnancy]]></category>
		<category><![CDATA[special events]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baby.nirwannisa.com/?p=54</guid>
		<description><![CDATA[(This stories contains emotional feelings and traumatic moment for several people. Ini hanya sebuah ilustrasi cerita yang kurasakan, tidak ada maksud untuk menakut-nakuti, apalagi membuat Anda trauma. If you&#8217;re pregnant, prepare yourself, dont get too emotionally envolved. Kasus orang beda-beda kok.   )
Pagi itu, 10 Februari 2008, aku bangun jam 8.00am. Seperti biasa, aku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>(This stories contains emotional feelings and traumatic moment for several people. Ini hanya sebuah ilustrasi cerita yang kurasakan, tidak ada maksud untuk menakut-nakuti, apalagi membuat Anda trauma. If you&#8217;re pregnant, prepare yourself, dont get too emotionally envolved. Kasus orang beda-beda kok. <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</em></p>
<p>Pagi itu, 10 Februari 2008, aku bangun jam 8.00am. Seperti biasa, aku ngitung-ngitung, kapan si baby di perut ini ngajak berjuang bareng, secara due date alat USG dokter bilang sudah lewat 2 hari jadi semuanya ikut was-was nungguin.</p>
<p>Gimana kalau dia masih betah seminggu &#8211; dua minggu lagi ya. Hiks, lamanyaa.. begitu pikirku dalam hati . Oma dan opa dari Gorontalo udah dateng nunggu datangnya cucu pertamanya, mama juga udah ambil long break dari nge-base di Jeddah untuk nungguin si baby lahir.. kesel juga tiap hari mereka ngomong sama perutku, &#8220;baby, ayo dong keluar, semuanya udah nungguin kamu nih.&#8221; *kok maksa sih, kesian kan anakku*</p>
<p>Tapi pagi itu, semua berjalan seperti biasa. Jalanku yang tertatih-tatih, nyeri tulang pubis yang teramat sangat dan susah jalan masih kujalani. Rutinitas mules dan BAB di pagi hari juga masih kujalani seperti biasa.. Tapi sehari sebelumnya, aku dijejelin air rendeman rumput fatimah yang satu gelas kulahap abis (demi memperlancar persalinan *katanya*). Ah, belum tentu berhasil langsung juga kan, ujarku dalam hati.</p>
<p>Saat rutinitas BAB kujalani, tiba-tiba tulang pubisku bunyi &#8220;krek-krek&#8221; kayak ditekan dari dalam. Seiring dari situ pula, mulesku bertambah.. Tapi belum ada feeling apa-apa, paling si baby lagi seru aja di dalam dan dibarengi mules pengen BAB, jadinya begini, ujarku lagi dalam hati.</p>
<p>But, no.. today is the day!! Mulesku bertambah parah, aku tau ini bukan biasanya karena sakit mules kali ini mampu membuatku menitikkan air mata sambil berusaha teknik bernafas yang kupelajari saat senam hamil.</p>
<p>&#8220;Mama, popop, kayaknya aku mules mau melahirkan deh, sakit bangettt&#8230;,&#8221; aku memanggil mama dan suamiku sambil tertatih keluar dari kamar mandi.</p>
<p>Kontan mama dan suamiku panik. &#8220;Masa sih?&#8221; &#8220;Gimana rasa mulesnya?&#8221; &#8220;Sakitnya gimana? Gak seperti biasanya?&#8221; pertanyaan bertubi-tubi itu tak mampu kujawab. Hanya desahan nafas panjang yang bisa kuperlihatkan. sambil sesekali menitikkan air mata menahan nyeri yang teramat sangat. Saat jalan lahirku menitikkan beberapa cairan berbau amis dan berwarna putih agak butek, baru aku yakin. <strong>Yes, I&#8217;m in labor process.</strong></p>
<p><span id="more-54"></span>Mama dan suamiku pun siap-siap, ponsel mereka sibuk nelpon kesana kemari untuk memberi kabar menegangkan ini. Sebelum berangkat aku bahkan sempat mandi karena khawatir saat melahirkan merasa ngga nyaman lantaran belum mandi. Hanya satu yang kulupa.. sarapan.</p>
<p><a href="http://baby.nirwannisa.com/wp-content/uploads/2008/02/lastdaypregnant220.jpg" title="Last day pregnant.. di ruang persiapan persalinan"><img src="http://baby.nirwannisa.com/wp-content/uploads/2008/02/lastdaypregnant220.jpg" alt="Last day pregnant.. di ruang persiapan persalinan" title="Last day pregnant.. di ruang persiapan persalinan" align="left" hspace="5" vspace="5" /></a>Sampai di RSIA Tambak, kira-kira sekitar jam 10.20, aku tak peduli, hanya pastinya sekitar itu. Sampai di sana, turun dari mobil saja rasanya sudah tidak mampu. Mulesku sudah di taraf 10 menit sekali dengan durasi mules yang lumayan panjang.. kira-kira 40 detik sampai 1 menit. Aku nunggu mules selesai baru kuberusaha tertatih duduk di kursi roda yang membawaku ke ruang persiapan melahirkan. Disana bidan dan suster sudah standby.</p>
<p>Sudah berapa minggu ibu? Pasiennya siapa? sudah pecah ketuban? Berapa sering sakit mulesnya?</p>
<p>Ah, lagi-lagi sambil meringis menahan sakit, aku jawab satu per satu pertanyaannya dengan susah payah, namun terbata-bata saat kontraksi mules datang menyerang. Kebetulan dokterku sedang menghandle pasien induksi yang sudah diruang persiapan dari jam 9 malam sebelumnya, jadi dokter bisa langsung memeriksa keadaanku.</p>
<p>&#8220;Udah bukaan 3 nih, kurang lebih 4-6 jam lagi ya,&#8221; begitu ujar dokter.</p>
<p>WHAATTT?? Sakit begini suruh nahan 4-6 jam? Ya Allah, kuatkah aku? Tapi demi kebahagiaan semuanya, dan demi babyku yang sudah ingin melihat dunia, Insya Allah akan kutahan.</p>
<p>Saat kontraksi berhenti, aku sempat meminta makan. &#8220;Aku mau makan, cepeettt!! Aku takut gak kuat ngeden,&#8221; ujarku ke suami dan bidan. Tak lama kemudian, makanan rumah sakit sudah siap di depanku. Dengan susah payah menunggu jeda kontraksi, saat &#8216;tenang&#8217;, aku sempat melahap 5-6 suap nasi yang akhirnya kutinggalkan lantaran jeda kontraksi bertambah sedikit. Melihat ini, bidan langsung bingung, &#8220;udah mules lagi ibu?&#8221;, &#8220;sekarang mules lagi?&#8221;, &#8220;udah berasa kontraksi lagi?&#8221; begitu pertanyaan bidan bertubi-tubi yang kujawab dengan meringis seraya tubuh dan rambutku basah kuyup menahan rasa nikmatnya kontraksi.</p>
<p>Cek bukaan. &#8220;Udah bukaan 5 nih,&#8221; ujar dokter Irvan. &#8220;Cepat juga proses persalinannya.. kita liat satu jam kedepan ya,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Di saat itu aku sudah tak tahan menahan mules. *Kalah aku dengan sakitku* Dengan suara meringis aku bisikkan suamiku, &#8220;kalau aku udah nggak kuat banget, aku mau ILA aja, I want epidural.. boleh ngga sayang? Aku takut nggak kuat,&#8221; pintaku melas dan lemas, lunglai. Suamiku langsung meminta penjelasan dokter tentang ILA, apa efeknya pada bayi kita nanti, berapa harganya dan lain sebagainya. &#8220;Harga udah nggak penting sayang, kalau mau ILA, kita ILA aja ya,&#8221; bisik suamiku setelah mendapat penjelasan.</p>
<p>Setelah lewat setengah jam, aku langsung positif meminta ILA lantaran sakit luar biasa yang benar-benar tak tertahankan dan lebih sering. &#8220;Wah, udah bukaan 7,&#8221; ujar dokter. &#8220;Kalau kemajuan persalinannya begini, paling lama 2-3 jam deh udah bisa lahir.&#8221;</p>
<p>2 &#8211; 3 jam rasanya tak kuat untuk badanku menahan nyeri. Miris rasanya aku dengan diriku, dimana ibu-ibu lain berhasil melewati persalinan natural, normal tanpa obat-obatan, aku begini aja sudah minta bius. &#8220;Cemen,&#8221; cibirku ke diri sendiri. Tapi kuabaikan. Yang penting aku bisa melahirkan anakku dengan tenaga dan bisa lebih efektif, sisi positifku bicara.</p>
<p>Bidan dan dokter langsung menelpon dokter anastesi. Beliau sedang ada keperluan pribadi dan meminta aku menunggu 45 menit paling cepat, paling lama 1 jam. Satu jam lebih baik dari 3 jam. Dengan sabar aku menunggu. Aku langsung diambil darah untuk cek hepatitis dan cek kesehatan lainnya sesaat sebelum persalinan. Ya Allah, sakit bawah, sakit tangan.. tapi kutahan, demi kesehatan anakku.</p>
<p>Setelah itu, aku langsung dibawa ke ruang persalinan ditemani suami. Tak lama setelah itu, (aku tak tau berapa lama persisnya) dokter masuk lagi dan mengecek bukaan. Astaghfirullah.. dengan mules dan kontraksi yang teramat sangat, dokter harus memasukkan tangannya ke dalam jalan lahir anakku.. tak kuat rasanya. Tapi kutahan dengan nafas panjang dan menghembuskannya dari mulut, seperti yang kupelajari saat senam hamil. &#8220;Bukaan 8 ya, ok kita siap-siap deh..&#8221; ujar dokter.</p>
<p>Tak lama kemudian, suster membawa berbagai peralatan masuk ke dalam ruang persalinan. Untuk aku, dan untuk si bayi. Melihat tempat bayi itu, aku langsung menitikkan air mata. &#8220;Sebentar lagi aku akan bertemu anakku.. sabar ya sayang.. mama juga rindu pengen ketemu,&#8221; bisikku dalam hati sambil mengeluskan tanganku ke salah satu bagian yang menjendul di perutku. Ia merespon dengan kontraksi. Dan aku merespon dengan meringis, tak tahan untuk mengejan.</p>
<p>Akhirnya dokter anastesi datang. Saat ingin dibius, aku sudah tak kuat duduk, sementara obat harus di masukkan lewat tulang belakang. Dengan susah payah aku duduk dan setelah obat bekerja, baru aku bisa tersenyum sedikit.. perlahan-lahan kucuran keringat yang membasahi sekujur tubuhku kering, lantaran tak ada lagi sakit yang berarti.</p>
<p>&#8220;Bukaan 9, hampir lengkap dok,&#8221; lapor bidan ke dokter Irvan. Tapi setelah itu, sang bidan berbisik-bisik dan dokter Irvan akhirnya memeriksa ulang. &#8220;Ok ibu, berdoa aja biar persalinannya bisa maju ya prosesnya,&#8221; ujar dokter.</p>
<p>Ah, udah bukaan 9 berarti sebentar lagi, kataku. Jam menunjukkan pukul 15.00. &#8220;Kontraksi sudah 3 kali dalam 5 menit. Wah, kalau nggak pakai ILA, ibu mungkin udah nggak tahan sakitnya ya,&#8221; ujar bidan. Detak jantung anakku OK, tak ada tanda pelemahan atau percepatan yang menunjukkan ia stress.. &#8220;Kuatnya anakku, tak seperti aku,&#8221; ujarku dalam hati.</p>
<p>Setengah jam setelah pemeriksaan dalam terakhir, dokter masuk kembali dan memeriksa bukaan. Kali ini sama sekali ku tak merasakan apa-apa.. tak harus berjuang. &#8220;Ibu, ini anaknya belum ngonci, belum turun sempurna. Perut ibu bentuknya sudah ngga keruan karena ketuban sudah banyak berkurang (saat aku mengejan dibukaan 7, aku memang merasa basah dibarengi dengan lendir darah yang keluar), ada 2 pilihan, ibu mau vakum aja tapi dengan resiko belum tentu bayi bisa turun sempurna juga, atau kita operasi aja ya, lebih nggak ada resiko. Kesian adenya,&#8221; ujar dokter. Ya Allah, caesar juga akhirnya aku.</p>
<p><strong>C-Section, Complication, Bleeding &amp; Risks</strong></p>
<p>Di RSIA Tambak, ruang operasi tidak boleh dimasukki oleh keluarga, hanya dokter-dokter yang berkepentingan saja yang boleh masuk. Dengan menguatkan hati, aku dicium ibuku dan suamiku sebelum digiring ke ruang operasi. Aku menitikkan air mata lagi, sambil berdoa, &#8220;Ya Allah, selamatkan aku, sehatkan anakku dan kuatkan keluarga yang mencintai aku.&#8221;</p>
<p>Di ruang operasi aku kembali di bius. Jadi 2x, proses saat ILA dan kini bius untuk operasi besar. Saat proses bius selesai, aku merasakan mengantuk yang teramat sangat. Kuceritakan ini pada dokter, dan mereka menyuruhku untuk tidur saja bila sudah sangat mengantuk.</p>
<p>Dentingan gunting, pisau dan besi entah apalah berngiang-ngiang membuat bulu kudukku tambah berdiri. Bergidik aku, jiper. Tak lama setelah itu, aku serasa pingsan. Sempat kutengok ke kiri, jam besar di ruangan itu menunjukkan pukul 16:00 kurang sedikit, suara di sekitar ruangan menjadi samar-samar. Dalam hati kuberbisik, &#8220;lebih baik tidur daripada mendengar dentingan besi membuatku makin tegang. Tapi aku ingin mendengar tangisan pertama anakku.. entah ada atau tak ada tangisan, aku ingin tau.&#8221;</p>
<p>*Blank*. Aku lemas tiada tara. Tak lama setelah kusadari kudengar tangisan, &#8220;Weeeekk&#8221;. Alhamdulillah, sebutku dalam hati, tapi tak khusyuk, lantaran obat membuatku serasa mabuk. &#8220;Perawan ya? Bu, anak perawannya tuh udah lahir,&#8221; kata dokter anastesi. Jam 16:45 saat itu, saat Shaina lahir.</p>
<p>Bayiku tapi tak langsung ditaro di dadaku, padahal aku sudah meminta Inisiasi Menyusui Dini yang kukira bayiku akan breast crawling, tapi tidak, entah kenapa (belakangan ku tahu perutku dibuka cukup lebar ke atas, terjadi pendarahan  dan anakku 50cm tingginya, keadaan yang tak memungkinkan). Tak lama setelah itu, dua suster membawa ia padaku.. aku menciumnya setengah sadar dan membiarkan suster memegang kepala anakku ke arah dadaku untuk inisiasi menyusui. &#8220;Wah, udah dapet putingnya tuh bu&#8230; anaknya pinter, gak sampai setengah jam,&#8221; kata suster. Setengah jam rasanya seperti baru sedetik lalu, pikirku yang sedang &#8216;mabuk&#8217; bius.</p>
<p>Setelah itu, suster meminta izin membawa anakku untuk di observasi. Aku mengizinkan, lagi-lagi sambil setengah sadar. Tak lama setelah itu, terdengar samar-samar suara dokter, &#8220;Ini pantau terus ya, saya sumpel pakai kasa aja biar ngga ngocor. Ku tolehkan kepalaku ke kiri, jam menunjukkan pukul 18:50, jam 7, dari anakku lahir jam 4:45.. apa yang terjadi?</p>
<p>&#8220;Tolong terus massage perutnya supaya kontraksinya bagus,&#8221; dokter menginstruksikan ke beberapa bidan dan suster yang ada di ruang operasi. Setelah itu, aku dibawa ke ruang pemulihan. &#8220;Ibu, minimal 24 jam disini dulu ya, kita harus pantau kondisi ibu,&#8221; kata bidan ke aku yang saat itu sedang menggigil kedinginan.</p>
<p><a href="http://baby.nirwannisa.com/wp-content/uploads/2008/02/observationroom.jpg" title="di ruang observasi.. terjaga sampai subuh"><img src="http://baby.nirwannisa.com/wp-content/uploads/2008/02/observationroom.jpg" alt="di ruang observasi.. terjaga sampai subuh" title="di ruang observasi.. terjaga sampai subuh" align="right" hspace="5" vspace="5" /></a>24 JAM disinii??? Aku ingin segera mendekap anakku.. bertemu keluarga tercintaku yang menunggu di luar ruang operasi! Aku yakin mereka concern, ingin melihat keadaanku. Kenapa aku harus disini 24 jam?? &#8220;Suster, bidan, aku minta suamiku masuk kesini bisa kan?,&#8221; lirihku. &#8220;Maaf ibu, ngga bisa, ruang pemulihan ngga bisa dimasukkin keluarga. Nanti ibu terganggu,&#8221; ujar bidan. WHAATT? terganggu apanya? Justru aku terganggu membuat keluargaku bertanya-tanya.</p>
<p>&#8220;Ambil darahnya, rhesusnya yang jelas, call PMI segera, jangan kelamaan, kita ngga tau apa yang bakal terjadi,&#8221; suara dokter teriak dari balik bilik ruang pemulihan. Tak lama, suster datang mengambil darahku. &#8220;Ibu, diambil darahnya untuk contoh di PMI ya, ibu harus transfusi,&#8221; ujar suster. Dengan rahang gemetaran, aku pasrah saja, kupikir, memang begini pemulihan bedah sesar sewajarnya.</p>
<p>Akhirnya setelah berkali-kali meminta sambil menitikkan air mata, suamiku boleh menjengukku di ruang pemulihan.. Ia pun menangis melihatku.. &#8220;Kamu ngga papa sayang? anak kita cantik banget&#8230; Waktu aku adzanin, dia menoleh ke aku, matanya melototin aku. Dia sehat, skor kesehatannya dia nyaris sempurna,&#8221; bisiknya ke kupingku. Aku meminta suamiku untuk membawa foto-fotonya ke ruang pemulihan. Disitulah aku sangat terharu.. ia sempurna, sehat pula. Tapi aku ingin memeluknya, ingin berdiri berlari ke arahnya. Namun apa daya, aku tak mampu.. bahkan saat kucubit kakiku, tak ada rasa apa-apa, kebas, kebal, bagaimana kubisa berlari.</p>
<p>Malam itu, aku sama sekali tak tidur. Aku ingin ditemani suamiku tercinta, ingin memeluk bayiku yang baru bertemu denganku di ruang operasi tadi. Aku benar-benar full terjaga hingga adzan subuh terdengar berkumandang. Gelisah memikirkan apa, entah. Hanya ada rasa tak enak di hati yang mengganjal.</p>
<p><em>Sementara itu, di ruangan lain sesaat setelah Shaina dilahirkan&#8230;</em> (aku ceritain berdasarkan cerita ibu dan suamiku)</p>
<p>Saat meminta suamiku ke ruang pemulihan bayi untuk mengadzani, suster dan bidan keluar dengan jubah hijau bersimbah darah menetes-netes. Dalam hati suamiku berbisik, &#8220;Astaga, darah siapa itu?&#8221; Sebelumnya, dokter mendatangi suami dan keluarga untuk memberi kabar. Bahwa, aku kehilangan banyak darah, lebih dari 500ml, sangat tidak normal untuk ukuran pendarahan biasa, oleh karena itu aku harus transfusi.</p>
<p>Saat bayiku dikeluarkan dari rahim, rahimku tidak memperlihatkan tanda-tanda penyusutan, justru mengucurkan banyak sekali darah. Tak ada kontraksi untuk menyusutkan rahim. Suamiku diminta tandatangan persetujuan tindakan, salah satunya untuk aku di transfusi.</p>
<p>Sesaat setelah Shaina dikeluarkan dari perutku, dokterpun keluar untuk memberi kabar mendebarkan ini. Bila dalam beberapa saat tidak ada kontraksi sama sekali dari rahimku, ia meminta izin untuk mengangkat rahimku.. karena bila tidak akan membahayakan jiwaku. Semuanya disetujui suami, dan ia pun berdoa meminta yang terbaik. Mungkin dalam hatinya, &#8220;Tak apa, yang penting anakku sehat selamat. Angkat rahim bukan berarti aku tak punya keturunan,&#8221; begitu mungkin pikiran suami.</p>
<p>Namun, Alhamdulillah hirabbil Alamin, berkat doa seluruh keluarga, semua bisa kulewati. Rahimku menyusut walau perlahan, dokter bilang, <strong>&#8220;lelah rahim, karena harus melewati proses persalinan awal yang panjang dengan kontraksi yang sangat intens&#8221;.</strong> Dokter juga menyalahkan aku dan keluarga karena meminum rendaman rumput fatimah 2 hari sebelum hari kelahiran ini. Mamaku dan mama mertua jadi merasa bersalah, lantaran mereka yang mengojok-ojok aku untuk meminum sari rendaman rumput fatimah yang dibawa langsung dari Tanah Suci. Dalam hati, aku juga sedikit menyalahkan mereka, lantaran tak sabar menimang cucu.<em> (CATAT INI IBU-IBU, JANGAN SEMBARANGAN MINUM RENDAMAN RUMPUT FATIMAH! karena bisa menimbulkan kontraksi hebat yang tak natural)</em></p>
<p>Tapi ah, sudahlah. Semuanya sudah berlalu. Aku kini sudah bisa menulis cerita ini, ngeblog lagi dan menyebarkan cerita ini ke teman-teman semua. Anakku sehat.. sangat sehat. Tes APGAR yang dijalani sesaat setelah dilahirkan menunjukkan angka 9 dari yang tertinggi 10 poin. Ia berhasil menyusui dini 20 menit sejak pipinya ditempelkan di dadaku. Shaina juga baik, dia hanya menangis saat haus, basah diapers, tidak enak badan mau berdahak dan ngulet-ngulet perut mencari selah untuk BAB. Setelah itu, dia tidur pulas, atau tidur aktif sambil terkadang berinteraksi dengan aku. Matanya dibuka lebar-lebar mencari-cari suaraku..</p>
<p>Shaina.. ah sayang&#8230; Mama sayang banget sama kamu. Ninggalin kamu ke kamar mandi saja rasanya sudah tercium bau harum pipi kamu.. Tangisan memelas Shaina juga bikin Mama rindu.. dia kalau menangis tak pernah teriak ngamuk.. hanya kalau sudah capai, tangisannya dibarengi dengan ngos-ngosan dan suara desahan yang bikin hati miris, bikin kita tambah sayang sama dia.</p>
<p>Perjuangan kita udah selesai nak.. Sekarang, mama berjuang lagi. Begadang tengah malam, kurang tidur, menghadapi baby blues yang terkadang datang dan belajar mendekap kamu lebih nyaman agar Shaina merasa nyaman di pelukan mama.. Shaina sekarang tinggal berjuang, gimana caranya untuk tetap sehat dan tumbuh normal sebagai perempuannya mama papa yang bahagia seumur hidupmu..</p>
<p>the day Shaina born, is the day I fell in love again.. madly, deeply.</p>
<img src="http://baby.nirwannisa.com/?ak_action=api_record_view&id=54&type=feed" alt="" /><div style='display:none' id="post-refEl-54"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baby.nirwannisa.com/2008/02/the-day-shaina-born/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>35</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perkiraan BB Bayi, Seberapa Akurat??</title>
		<link>http://baby.nirwannisa.com/2008/02/perkiraan-bb-bayi-seberapa-akurat/</link>
		<comments>http://baby.nirwannisa.com/2008/02/perkiraan-bb-bayi-seberapa-akurat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 09:02:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cicha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Curhat]]></category>
		<category><![CDATA[Pregnancy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baby.nirwannisa.com/?p=49</guid>
		<description><![CDATA[Gak tau kenapa, tapi sih aku yakin karena due date ku udah deket.. 4 hari lagi bow. Antara ngga sabar dan gimanaa gitu, campur aduk banget deh..
Udah 3 hari belakangan ini aku ada kebiasaan baru.. mules di pagi-pagi buta. Sekitar jam 5-6an gitu, but it always end up in the toilet. Jadi ini mah mules [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Gak tau kenapa, tapi sih aku yakin karena due date ku udah deket.. 4 hari lagi bow. Antara ngga sabar dan gimanaa gitu, campur aduk banget deh..</p>
<p>Udah 3 hari belakangan ini aku ada kebiasaan baru.. mules di pagi-pagi buta. Sekitar jam 5-6an gitu, but it always end up in the toilet. Jadi ini mah mules pengen BAB <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Terus, setiap pipis tengah malam, aku selalu berharap ada bercak apa kek gitu di celana dalamku, atau berasa <em>&#8220;kok celana dalamku basah ya?&#8221;</em> atau saat pipis, ada air yang gak bisa kubendung menetes-netes dari jalan lahir anakku kelak.</p>
<p>But, noo.. itu baru harapan-harapan aja, sampai sekarang belum ada tanda-tanda itu. Tapi, aku sadar, pasti ngga lama lagi, jadinya kok makin deg-degan..</p>
<p>Yang paling bikin aku deg-degan adalah berat badan (BB) si baby. Aku bener-bener takut si baby terlalu besar sehingga di tengah jalan saat aku berusaha mati-matian untuk melahirkan secara natural eh.. end up di meja operasi juga <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Mending dari awal kan, aku decide untuk c-sec? Aku takut jadi ibu-ibu yang mendewakan melahirkan natural, tapi sebenernya badanku gak mampu, akhirnya kecele sendiri.. (naudzubillah himindzalik).</p>
<p>Secara aku ngga ngerti seberapa akurat alat USG mengukur berat badan janin, jadinya aku takut perkiraan itu meleset. Soalnya aku baca-baca juga, ada yang diprediksi 3,7kg tau-tau anaknya 4,5 kiloo!! Mati gak tuh? Jadi, bisa aja dong, kalau si baby diperkirakan lahir 3,5kg tau-tau jadi 4,1 kg?? Ini perasaan sangat menghantui dan mengganggu aku.. Lain hal kalau BB si baby terakhir baru 3000gram-an. Kalau kasusnya segitu mah, aku pasti pede.. semeleset-melesetnya paling besar juga 3,5kg-an. Dengan tinggi badanku yang pas-pasan ini (148 cm) 3,5kg mungkin masih bisa kuhandle. Tapi kalau 3,9 or 4 kiloan?? I dont know..</p>
<p>Duh, apa perkiraan berat janin yang diukur dokter melalui lingkar kepala dan lingkar perut janin itu bisa dipercaya ya? Makin kesini kok aku makin ragu.. <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  aduh, ni perasaan yang engga-engga aja nih.. Ada moms yang bisa bantu menenangkan aku? Masukan-masukannya will be much appreciated.</p>
<p>Yang pasti, aku minta dr.Irvan untuk meyakinkan aku bahwa aku bisa melahirkan normal dengan BB bayiku yang sekarang (bakal aku tanya sabtu besok, saat kehamilanku dah masuk 40 minggu). Aku juga mo nanya seberapa besar kemungkinan perkiraan yang meleset dan sejelek-jeleknya si baby akan seberapa berat? Kalau ada sedikiitt aja omongan bahwa &#8220;ada kemungkinan komplikasi&#8221; atau &#8220;bisa aja meleset sampai 3,9 kilo&#8221;, atau sejenisnya, aku kayaknya nyerah deh, kok gak berani ambil resiko nih diriku.. Weh, jadi lemes begini..</p>
<p>Baby, maafin Mom-mu ya sayang, kok mamamu jadi pengecut begini.. hiks</p>
<p><em>*cuma curhat aja*</em></p>
<img src="http://baby.nirwannisa.com/?ak_action=api_record_view&id=49&type=feed" alt="" /><div style='display:none' id="post-refEl-49"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baby.nirwannisa.com/2008/02/perkiraan-bb-bayi-seberapa-akurat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Entering Week 39 : Many Good News</title>
		<link>http://baby.nirwannisa.com/2008/02/entering-week-39-many-good-news/</link>
		<comments>http://baby.nirwannisa.com/2008/02/entering-week-39-many-good-news/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 03 Feb 2008 06:40:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cicha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pregnancy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baby.nirwannisa.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Mulai senen besok aku udah cuti melahirkan. Wah, moga-moga gak lama deh nunggunya, daripada cutinya kebuang sayang  
Update dokter sabtu ini banyak good news, ada juga yang bikin tambah HHC. Dan update kehamilanku juga ada beberapa yang berubah saat masuk minggu ke 39 ini. Here&#8217;s the list :

Baby udah turun panggul, akhirnya! Pantesan, akhir-akhir [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mulai senen besok aku udah cuti melahirkan. Wah, moga-moga gak lama deh nunggunya, daripada cutinya kebuang sayang <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Update dokter sabtu ini banyak good news, ada juga yang bikin tambah HHC. Dan update kehamilanku juga ada beberapa yang berubah saat masuk minggu ke 39 ini. Here&#8217;s the list :</p>
<ul>
<li><strong>Baby udah turun panggul</strong>, akhirnya! Pantesan, akhir-akhir ini aku udah ngerasa nyeri memar di tulang pubis.. Paling berasa kalau aku bangun dari duduk, apalagi dari tiduran..</li>
<li><strong>Dalam seminggu kenaikan BB baby cuma kurang lebih 100 gram!</strong> Yeaayy.. Minggu ini beratnya dia hanya 3,449 dari minggu sebelumnya 3360 gram. Ini prestasi lho, soalnya dari minggu 37 ke 38 kenaikan BB baby sampe 400 gram. Stress deh Momnya.. <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Tadinya, kalau minggu ini naiknya dia 400 gram lagi, aku udah mau nyerah, mending sectio aja.. toh sama aja, minggu depannya BB baby udah 4.1 kg, yang gak mungkin bisa aku keluarin secara vaginal.. wong dah divonis kok, tinggi badanku takutnya ga akan mampu.. (TB ku : 149 cm). But, alhamdulillah so far masih sesuai keinginan dan rencana <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>BB aku sendiri gak naik</strong>, masih sama.. 69.5kg dari seminggu lalu</li>
<li><strong>Plasenta masih sehat banget,</strong> kata dokter, memungkinkan si baby masih betah di dalem (kalau ini antara good &#8211; bad news.. bad nya karena aku harus menunggu lebih lama.. hihi.. egois ya momnya) dan dia masih bisa terus berkembang plus mematangkan semuanya dari otak, jantung dan paru-parunya.</li>
<li><strong>Kandungan air ketuban masih OK</strong>, so far itungannya masih kurang lebih 12. Kalau sudah kurang dari 5, berarti harus segera dilahirkan karena bisa bikin si baby stress di dalam.. (aku ga tau istilahnya apa nih..)</li>
<li><strong>Baby&#8217;s heart beat juga OK</strong>, 134 /menit (normally 120 -160/min)</li>
<li><strong>Pra-ASI ku juga mulai bocor-bocor lagi</strong>, alhamdulillah. Soalnya sempet berhenti bocor di minggu 32-37an (aku start bocor ASI mulai minggu 27), tapi sekarang dah mulai rembes-rembes lagi <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li><strong>Makin sering pipis di malem hari</strong>.. yang tadinya hanya 2-3 kali, sekarang bisa 4-5 kali</li>
<li><strong>Tidur jadi tidak senyenyak sebelum-sebelumnya</strong>. Berisik dikit bangun dan kalau udah bangun bener-bener susah tidur lagi <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  sebelomnya padahal aku kebo-kebo aja bobonya..</li>
</ul>
<p>Kalau ngeliat keadaan ini dan bisa terus dipertahankan begini, kata dr. Irvan, chance melahirkan normal masih besar.  So, aku sekarang udah mulai ngajak ngomong si baby, kalau dia udah mau keluar, ga boleh takut.. nanti kita sama-sama berjuang. Aku bantu baby, baby juga bantu Momnya.. hopefully we&#8217;ll make a great team <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Jadi, kita tinggal nunggu nih, kapan si baby ngajak berjuang bareng.. InsyaAllah aku udah siap, lahir batin..</p>
<img src="http://baby.nirwannisa.com/?ak_action=api_record_view&id=47&type=feed" alt="" /><div style='display:none' id="post-refEl-47"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baby.nirwannisa.com/2008/02/entering-week-39-many-good-news/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Week 38 : It&#8217;s Sure is a Girl!!</title>
		<link>http://baby.nirwannisa.com/2008/01/week-38-its-sure-is-a-girl/</link>
		<comments>http://baby.nirwannisa.com/2008/01/week-38-its-sure-is-a-girl/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Jan 2008 06:57:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cicha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pregnancy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baby.nirwannisa.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Udah di minggu 38, pastinya Harap-Harap Cemas (HHC) nih. Antara pengen cepet-cepet ngerasain kontraksi beneran sama kangen banget, pengen buruan meluk si baby di dadaku..
Sabtu kemaren (26/1/2008) si baby udah 3360 grams, padahal seminggu sebelumnya dia masih 2970 grams. Hiks.. naik nyaris 400 gram dalam seminggu, sementara Mom-nya udah gak minum susu dan mengurangi gula [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Udah di minggu 38, pastinya Harap-Harap Cemas (HHC) nih. Antara pengen cepet-cepet ngerasain kontraksi beneran sama kangen banget, pengen buruan meluk si baby di dadaku..</p>
<p>Sabtu kemaren (26/1/2008) si baby udah 3360 grams, padahal seminggu sebelumnya dia masih 2970 grams. Hiks.. naik nyaris 400 gram dalam seminggu, sementara Mom-nya udah gak minum susu dan mengurangi gula <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Semua posisi so far masih bagus, hanya 1 kendala, si baby belum turun panggul.. masih rada di atas (sabtu kemaren).</p>
<p>Tapi minggu lalu karena aku kena serangan flu, jadinya memang banyak minum redoxon, apa ini ya pemicu dia naik lebih cepat, karena penyerapan makannya bagus? Yang pasti minggu ini, aku ga minum-minum redoxon lagi. Kita tunggu aja sabtu ini gimana perkembangan berat badannya.</p>
<p>Jujur aku rada ngeri kalau si baby kegedean. Lantaran badanku yang kecil a.k.a pendek, kalau si baby udah lebih dari 3,8kg, takutnya gak kuat ngeden.. Apalagi kalau udah nyentuh 4kg.. pupus sudah impianku melahirkan secara natural birth.</p>
<p>Good News. My baby udah pasti perempuan! Kemaren pas mau dipotret mukanya, ehh dia nutupin mukanya. Tapiii.. dia ngga nyadar kalau bagian kelaminnya terekspos jelas..hihihi. Alhasil dr.Irvan berhasil motret selangkangan si baby dan keliatan jelas bibir vaginanya. Rata, ga ada burung <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Mana si baby agak ngangkang lagi, jadi bener2 keliatan deh.. huehuehe.. makin pengen beli-beli barang warna pink nih.</p>
<p>Oh iya, karena itu juga, mom sama papa nya langsung inisiatif untuk ngerubah layout blog ini juga.. jadi serba pink dan header atasnya diganti.. Masa mau in Mommy&#8217;s Tummy melulu? <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>How Mommy&#8217;s doin this week 38 :</p>
<ul>
<li>Total kenaikan berat badan 19.5 kg!!!!!!!!</li>
<li>Sering berasa mules.. Memang sih aku sengaja makan yang agak pedes, soalnya baca-baca, makan pedes bisa memicu kontraksi.. Alhasil, mules sih memang, tapi baru sebatas mules ke belakang dan kadang2 b.a.b ku juga agak cair (serba salah deh).</li>
<li>Udah berasa sakit di tulang pubis (tulang bagian depan vagina). Apalagi kalau pas bangun tidur, rasanya kayak luka memar gitu, dipegang aja ngilu.. (moga-moga ini tanda anakku udah nyundul-nyundul mau masuk panggul <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  )</li>
<li>Makin sering pipis khususnya Setiap tidur malam, minimal aku pipis 3x.. kadang abis pipis jadi susah tidur.. tapi kalau udah tidur alhamdulillah nyenyak aja tuh.</li>
<li>Berasa makin cantik.. hehueuhe.. Apa karena muka ku rada merah gitu ya, kayak blushing tanpa harus nyapuin blush on. Tapi ada juga kalanya waktu aku berasa pucet.. yaa.. selang-seling lah <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Perut makin guatell</li>
<li>Makin sering mimpiin bayi. Ya nyusuin lah, ya nggendong lah.. udah kuwangen berat kali ya..</li>
</ul>
<p>Intinya, udah masuk week 38, makin harap-harap cemas nih..</p>
<img src="http://baby.nirwannisa.com/?ak_action=api_record_view&id=46&type=feed" alt="" /><div style='display:none' id="post-refEl-46"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baby.nirwannisa.com/2008/01/week-38-its-sure-is-a-girl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>*updated* Persiapan Tas Bawaan Ke RSIA! (for Mommy)</title>
		<link>http://baby.nirwannisa.com/2008/01/tas-bawaan-buat-aku-the-mother-to-be-ke-rsia/</link>
		<comments>http://baby.nirwannisa.com/2008/01/tas-bawaan-buat-aku-the-mother-to-be-ke-rsia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Jan 2008 07:42:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cicha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pregnancy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baby.nirwannisa.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Nah.. sekarang saatnya buat posting bawaan buat aku, Mom-nya si baby.
Sebenernya udah mulai kucicil dari sabtu yang lalu, tapi tadinya mau diposting kalau semuanya udah masuk. But, setelah dipikir2, kalau nunggu lengkap semuanya, yang ada gak kuposting2. Jadi diposting sekarang aja deh, sekalian buat ngingetin apa-apa yang belom nih. Jadi kalau udah &#8220;saatnya&#8221;, langsung buka [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Nah.. sekarang saatnya buat posting bawaan buat aku, Mom-nya si baby.</p>
<p>Sebenernya udah mulai kucicil dari sabtu yang lalu, tapi tadinya mau diposting kalau semuanya udah masuk. But, setelah dipikir2, kalau nunggu lengkap semuanya, yang ada gak kuposting2. Jadi diposting sekarang aja deh, sekalian buat ngingetin apa-apa yang belom nih. Jadi kalau udah &#8220;saatnya&#8221;, langsung buka leptop n liat daftar, apa yang perlu dimasukkin lagi. Hehehe.. mungkin ga sih?</p>
<ul>
<li>3 daster panjang bukaan depan</li>
<li>2 gurita stagen</li>
<li>5 kain sarung (2 kain sarung, 3 kain bali) &#8212; katanya, ibu abis melahirkan banyak pake ginian, menurut mertua. Aku sih nurut aja.</li>
<li>1 handuk kamerias</li>
<li>1 bungkus softex maternity  (isi 10 kl ga salah)</li>
<li>1 buku bacaan soal sehat sesudah melahirkan</li>
<li>Mothercare Nipple cream</li>
<li>1 redoxon effervecent (buat ngebalikin stamina)</li>
</ul>
<p>Yang belom masuk dan akan dimasukkin :</p>
<ul>
<li>BERBAGAI CEMILAN.. pastinya <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>4-5 panty yang longgar buat akyuu</li>
<li>1 kaos kaki Mekkah buat aku (kayak ballet shoes gitu tapi kaos kaki, dibeliin mamaku kemaren)</li>
<li>1 baju/kaos buat pulang dari RS</li>
<li>1 celana panjang bahan kaos (celana hamil kayaknya PW tuh) buat pulang juga dari RS</li>
<li>1 sweater</li>
<li>1 jaket</li>
<li>1 set alat mandi (shampoo, sabun, gosok gigi, sabun muka) buat aku dan suami</li>
<li>1 sendal jepit kamar mandi</li>
<li>1 handuk mandi ukuran sedang (abis melahirkan tuh bisa mandi gak sih?)</li>
<li>1 breast pump manual yang kubeli sementara (beli yang murah sih, yang penting ada dulu <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' />  )</li>
</ul>
<p>Buat papahnya si baby</p>
<ul>
<li>Â 3 kaos pewe&#8217; (buat dia ganti2 incase keringetan)</li>
<li> 1 celana panjang training</li>
<li> 1 celana pendek</li>
<li> 1 sweater</li>
<li> 1 handuk mandi ukuran sedang</li>
<li>*update* 3 celana dalam</li>
</ul>
<p>Sementara ini yang ada di kepalaku. Ada yang kurang ngga ya? Apa berlebihan? Kalau ada yang kurang or apa, nanti ku update lagi. Siapa tau ada yang kelupaan. hihi</p>
<p>Update bawaan :</p>
<ul>
<li>Kamera digital!! (plus chargeran + baterai cadangan) &#8211; ini wajib, bukan? <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </li>
<li>coklat-coklatan buat re-gain tenaga</li>
</ul>
<img src="http://baby.nirwannisa.com/?ak_action=api_record_view&id=45&type=feed" alt="" /><div style='display:none' id="post-refEl-45"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baby.nirwannisa.com/2008/01/tas-bawaan-buat-aku-the-mother-to-be-ke-rsia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kontraksi, Masuk Angin, Diare, atau??</title>
		<link>http://baby.nirwannisa.com/2008/01/kontraksi-masuk-angin-diare-atau/</link>
		<comments>http://baby.nirwannisa.com/2008/01/kontraksi-masuk-angin-diare-atau/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Jan 2008 05:06:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Cicha</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pregnancy]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://baby.nirwannisa.com/?p=39</guid>
		<description><![CDATA[Week 36 nih!Â 
Beginilah ibu hamil anak pertama.. gak tau rasanya mau melahirkan gimana. Jadinya bertanya-tanya sendiri, panik-panik sendiri. Sampai detik ini nulis ini, aku masih ngerasa sakit pinggang dan sedikit mules.. Tapi had no idea, sakit biasakah ini, atau memang aku udah mulai ngerasain yang namanya kontraksi??
HowÂ I define kontraksi or masuk angin ? (not sure)Â :Â 
It&#8217;s [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Week 36 nih!Â </p>
<p>Beginilah ibu hamil anak pertama.. gak tau rasanya mau melahirkan gimana. Jadinya bertanya-tanya sendiri, panik-panik sendiri. Sampai detik ini nulis ini, aku masih ngerasa sakit pinggang dan sedikit mules.. Tapi had no idea, sakit biasakah ini, atau memang aku udah mulai ngerasain yang namanya kontraksi??</p>
<p><strong>HowÂ I define kontraksi or masuk angin ?</strong> (not sure)Â :Â </p>
<p>It&#8217;s started tadi malam (well actually pagi..) jam 01.00, tiba-tiba aku rasanya pengen banget Buang Air Besar (BAB). Tanpa nunggu ini itu, langsunglah duduk di kloset dan melancarkan hasrat tadi. Tapi makin lama duduk kok perut makin mules yang menjadi-jadi dan melilit, ditambah sakit pinggang dari pinggul sampai tulang belakang leher ikutan pegel.Â  Aku turutin dengan masih duduk di kloset, kok malah nggak nyaman dan si biang mulesnya malah ngumpet alias gak keluar apa-apa lagi. Disamping itu, tau-tau, mualku bertambah-tambah (dari siang di kantor memang berasa kok rada mual kayak orang ngidam) dan jadi pengen muntah yang udah sampai di pangkal leher.</p>
<p><em>Something&#8217;s not right</em>.. gitu kataku dalam hati.</p>
<p>Yaudah, capek duduk ngikutin mules, langsung balik ke tempat tidur diganjal beberapa bantal untuk pinggangku. Wah, mulesnya ngga ilang-ilang malah tambah sakit dan kayak melilitnya orang diare. Berlangsung semenit, ntar ilang. Ehh, dateng lagi melilitnya, ntar ilang lagi. Sampai kira-kira jam stengah 2 pagi itu terus-terusan begitu. Baru keseluruhan mules mulai ilang sekitar jam stng 2 lebih, karena dibantu suami ngelus-ngelus punggung sambil ngebalurin minyak telon.</p>
<p>Tertidurlah aku sampai kira-kira jam 5 subuh. Badanku kayak nyuruh aku bangun dan mataku kontan melek saat bangun lantaran mules berasa lagi dan dorongan BAB kuat banget, ngga tahan. Langsung lari ke kamar mandi (gak lari sih, ya tertatih2 sedikit), dan melancarkan keinginan tadi. So far urusan BAB nya nggak masalah, masih lancar, sesuai dengan keinginan.. Masih dibarengi sakit pinggang, tapi ngga separah jam 1 pagi tadi. Aku pikir, berarti belum beneran kontraksi persalinan nih.. Soalnya denger-denger kontraksi persalinan itu, semakin kesini rasanya semakin dahsyat. Ini sih engga.. berkurang 20% malah sakitnya dari jam 1 tadi. Balik ke kamar lagi, setelah meringis-meringis sambil nyoba tidur lagi, aku baru tertidur jam 6.15, matahari udah sayup-sayup nerpa gorden kamar.</p>
<p>Terus, setelah tertidur, eeh terulang lagi.. jam 7.30 aku kebangun lagi.. wah pengen BAB lagi.. Rutinitas yang tadi kujalani lagi. Kali ini BAB tidak selancar 2 kali sebelumnya. BAB nya sedikit *maap ya* encer, walau ngga seperti orang diare sih. Selesai dari kamar mandi, mulai sakit pinggang.. kali ini nggak dahsyat, tapi hanya severe.. tapi ngga ilang-ilang sampe sekarang (dah jam 11.40).</p>
<p>Tapi yang bikin aku belom beneran panic attack, belum keluar cairan berwarna coklat or even merah dari jalan lahir si baby.. masih seperti biasanya kok. Jadi sekarang setiap berasa agak &#8216;basah&#8217; karena si baby nyundul-nyundul kebawah terus, aku pasti cek ke kamar mandi.. berwarna aneh or engga. So far belom sih.</p>
<p><strong>Mulai turun panggul kah babyku?</strong></p>
<p>Karena baru pertama kali hamil dan ngerasain hamil tua, katanya ada masa bayi turun panggul dan itu bikin nyeri pinggang. Nah, ini salah satu tebakanku, sakit pinggang ini apa karena dia mulai turun ke panggul yah? Ini beberapa poin tambahan selain mules-mules yang kualamin hari ini. Buat catetanku aja. Hari ini, kehamilanku rasanya gimana :</p>
<ul>
<li>BerasaÂ anyang-anyangan mulai tadi malem. Biasanya aku pipis sangat-sangat lancar. Kebangun 3-4 kali di tengah malam karena dorongan pipis,Â dan pas pipis <em>cuurrrrr,</em> lancar kayak keran. Mulai tadi malam, rutinitas itu kok ilang. Pas aku BAB aja, pipisnya cuma sedikitt, padahal volume air yang aku minum dengan hari-hari sebelumnya sama kok, gak dikurangin <img src='http://baby.nirwannisa.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </li>
<li>Pinggulku berasa pegel.. gak ilang-ilang</li>
<li>Varises di tungkai betis dan tungkai paha mulai senut-senut bikin kaki pegeel banget. Wah, rasanya hari ini kayak kram mens deh. Ya pinggang, perut, kaki sakit semua.</li>
</ul>
<p>Baru 3 itu penambahan yang &#8216;tidak biasa&#8217; yang ku alamin. Hari ini aku ijin kantor karena takut tiba-tiba sakit perut kayak tadi malem lagi, yang ada ngerepotin orang dan nyusahin diri sendiri. Tapi aku blom niatan ke dokter, takut kecele n dibilang manja ajah. Wong belom ada flek juga kok, yang namanya ibu hamil kan biasa sakit pinggang dan lain sebagainya.. ya kan? Tapi aku mau lihat sampai besok. Kalau kiranya hal ini masih berasa sampai besok, baru siangnya aku ke RSIA ngecek kondisi kehamilan terakhir dan si keadaan si baby.</p>
<p>Doain lancar-lancar aja deh. Kehamilanku baru 36 minggu nih.. pengennya seminggu or dua minggu lagi lah.. tapi kalau Allah berkehandak lain, aku pasrah.. Tapi semoga usia baby di kandunganku udah READY untuk tempur di dunia nyata yang keras ini, kapanpun kehendak itu terjadi. Amin.</p>
<img src="http://baby.nirwannisa.com/?ak_action=api_record_view&id=39&type=feed" alt="" /><div style='display:none' id="post-refEl-39"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://baby.nirwannisa.com/2008/01/kontraksi-masuk-angin-diare-atau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
